Start Up Indonesia Yang Menjadi Unicorn

economy Uncategorized

Minggu ini istilah unicorn menjadi viral di Indonesia, ini tidak lepas dari konteks debat calon presiden yang diadakan oleh KPU. Terlepas dari copras-capres ataupun politik Indonesia saat ini, kita perlu mengetahui apa arti istilah unicorn ini dan apa atau siapa saja yang sudah masuk kategori ‘Unicorn’.

Unicorn sendiri merupakan istilah yang sangat dikenal dalam dunia bisnis rintisan atau startup sekarang ini. Nama unicorn diambil dari makhluk mitos Yunani yang berupa kuda putih yang memiliki tanduk. Mitos atau legenda mengenai unicorn ini yang langka namun sangat berharga menjadi istilah yang disematkan untuk perusahaan rintisan teknologi/start-up yang memiliki nilai/valuasi bisnis tinggi.

Unicorn Indonesia
Start Up Unicorn

Untuk penyebutan perusahaan start-up yang sudah bisa dikategorikan sebagai ‘Unicorn’ salah satu kriterianya adalah perusahaan tersebut telah memiliki valuasi lebh dari 1 Milyar Dollar Amerika. Karena jarang ada perusahaan rintisan yang bisa mencapai valuasi 1 Milyar dolar Amerika tersebut maka istilah Unicorn pun bisa disematkan pada perusahaan yang bisa bertahan dan mencapai valuasi 1 Milyar dolar amerika.

Indonesia sendiri untuk kawasan Asia Tenggara ternyata jumlah start-up yang sudah bisa dikategorikan unicorn sudah mengalahkan negara-negara tetangganya. Negara-negara seperti Malaysia, Filipina, Vietnam bahkan Singapura yang sudah memiliki infrastruktur teknologi lebih maju dari Indonesia ternyata masih kalah dari Indonesia dari jumlah perusahaan start-up yang sudah menjadi unicorn.

Sampai saat ini sudah 4 perusahaan rintisan/start-up di Indonesia yang sudah bisa disebut unicorn. Sedang kan negara Asia Tenggara lainnya baru menghasilkan paling banyak 2 perusahaan start-up yang mencapai status unicorn.

4 perusahaan Indonesia yang sudah mendapat status unicorn adalah Gojek, Bukalapak, Traveloka dan Tokopedia.

Empat diantaranya merupakan unicorn asal Indonesia yakni Tokopedia, Bukalapak, Gojek dan Traveloka.

  1. GOJEK

GO-JEK adalah startup jasa/pelayanan (on-demand) yang juga unicorn asal Indonesia dengan valuasi sebesar US$5 miliar. Perusahaan ride-sharing ini digawangi oleh Nadiem Makariem, berdiri tahun 2010. Gojek menjadi unicorn pertama yang ‘lahir’ di Indonesia pada 2016 lalu. Gojek menjadi unicorn tepat saat usianya menginjak 6 tahun. Saat itu, Gojek menerima pendanaan senilai $550 juta dari konsorsium 8 investor yang digawangi oleh Sequoia Capital. Saat ini Gojek telah meluaskan layanannya ke beberapa negara Asia Tenggara.

      2. Bukalapak

Bukalapak adalah startup e-commerce asal Indonesia dengan nilai bisnis saat ini sebesar US$1 miliar. Bukalapak didirikan pada Januari 2010 oleh Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono. Sekarang Bukalapak telah menambah layanannya dengan menjadi platform untuk produk-produk investasi.

      3. Tokopedia

Sama seperti Bukalapak, Tokopedia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce/marketplace online. Marketplace dengan warna dominan hijau ini didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison. Saat ini nilai perusahaan Tokopedia telah mencapai 7 milyar dolar Amerika.

     4. Traveloka

Traveloka juga merupakan marketplace/e-commerce, namun lebih berkonsentrasi ke sektor travel atau pariwisata, dengan menjadi penjualan tiket dan pemesanan hotel sebagai segmen terbesarnya. Orang-orang di balik kesuksesan startup ini adalah Derianto Kusuma, Ferry Unardi, dan Albert Zhang sehinnga sekarang traveloka telah mencapai nilai bisnis sebesar 2 milyar dolar Amerika sejak didirikan tahun 2012.

Itulah 4 perusahaan rintisan teknologi asal Indonesia yang telah mencapai status ‘Unicorn’ dengan kata lain telah menarik investor baik dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya sehingga mencapai nilai milyaran dolar amerika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *